oleh

Tuyul Pemilu

-Umum-167 Dilihat

RADARWAYKANAN.COM – Perhelatan pemilihan Presiden, DPD, DPR RI., DPR Provinsi, dan DPRD Kabupaten / Kota baru saja selesai kita laksanakan, masyarakat yang sempat terbelah perlahan mulai saling menyapa kembali dan saling bercanda, namun hal itu tidak menghilangkan isu dibenak masing masing petugas pelaksana TPS (bukan tempat pemungutan suara lho ) yang merasa heran dengan adanya tuyul dalam pembiayaan pelaksanaan pemilu di TPS.

Kalau berbicara tentang Pemilu, seringkali dianggap sebagai tema yang sensiitif karena segudang biaya ada disana, mulai dari Bimtek, Biaya TPS dan biaya lainnya yang  Padahal enggak ada ruginya  jika kita memahami dan tahu tentang seluk beluk politik di negara sendiri.

Minggu Pagi yang merupakan hari yang dimana orang orang merebahkan diri dari hiruk pikuk kebisingan, berbeda hanya dengan amran yang keseharian hanya menunggu Ban Motor dan mobil yang datang dalam keadaan kempes ( Alias tukan tambal Ban ), kebetulan hari itu Amran kedatangan beberapa pasien yang ingin ban motornya pulih seperti semula,

“ Bocor dari mana tadi mas,”celetuk amran kepada Wardi yang rupanya kemarin saling kenal karena wardi merupakan petugas yang ada di TPS tempat amran memilih, Sambari menggesek Ban dalam yang akan ditambal, datang lagi satu pasien.

 “ Wah ngantri ya mas.”Ucap amran sambil mempersilahkan duduk, oh iya nama pasien baru ini Amir dari salah satu kampung yang berada di Dapil 1 Way Kanan,”dari mana mas kok rapih amat,” sapa Amran ramah,”.

 “ dari Rumah pak de ada urusan nih ke blambangan umpu.”jawab amir

Sambil mengeluarkan korek api untuk memantik rokok, Amir nyeletuk “ capek mas, jauh jauh ban motor bocor pulak, waduh, kemarin sudah capek mikirin pemilu ini capek dorong motor,apes.”ucapnya

Wardi yang dari tadi belum mengeluarkan sepatah katapun untuk menyambut amir, akhirnya berbicara juga, “ petugas pemilu ya mas, sebagai apa kemarin”Tanya wardi sambil penasaran

“ iya, saya kemarin KPPS mas di salah satu kampung yang ada di Dapil 1.”jawab amir sambil memalingkan wajahnya ke wardi yang agak berlogat jawa dengan ramah

Amran yang sudah menyalakan api spirtus untuk membakar ban dalam agak nyeletuk sedikit sambil bertanya.” Enak nih mas jadi petugas KPPS, Rp.1.100.000 perhari seperti yang viral ditiktok itu,” sambil sumringah sedikit dan melihat ke arah amir

Dengan penasaran Wardi lalu bertanya kepada Amir yang juga sesame petugas TPS, “ Mas biaya TPS ditempat sampean dipotong ya mas,” Tanya amir

“ Iya mas, di TPS kami Cuma dikasih biaya Rp.2.500.000 untuk penyelenggaraan pemilu ini, katanya sih untuk pembuatan SPJ, tapi kok besar bener ya, “ jawab Amir sambil menghebuskan asap rokoknya yang sedikit megerutkan kening

“ Lah kok gede, di TPS saya Cuma dipotong Rp, 800.000 mas untuk SPJ katanya sih, Lah kok bisa beda beda seperti ini ya, padahal biaya yang di kasi pemerintah kan Rp.4.300.000 mas, masa dipotong 2juta sendiri.”jelas wardi samil melihat kearah Amran yang asik menyulutkan api

“ Waduh enak bener ya mas bagi mereka mereka yang berada diatas, bayangin saja seandainya 1 TPS dipotong Rp.1juta dikalikan saja dengan jumplah TPS di kecamatan saya ini, Akeh tenan duite.”ucap Amir

“ Susah mas Amir, Kita ini ga bisa berbuat apa apa, Cuma nrimo wae, biarlah mereka yang berbagi bagi, semoga berkah.”ucap wardi sambil sedikit kesel dengan mengigit busa filter rokoknya.

“ Mas udah selesai ni motornya.” Kata amran kepada wardi sambil menyebutkan ongkos tambalnya sebesar Rp.10.000

“ o..iya Mas, saya lanjut ya,” sambil berpamitan dengan Amir yang sudah dari tadi menunggu giliran menambal ban motornya.

“ masa sih mas banyak potonganya di pemilu ini,”Tanya amran kepada wardi

“ Waduh, sampean ga perlu tahu mas hal ini, cukup nambal wae tenang, duit halal, ya kan mas.” Celetuk Amir sambil ketawa sumringah

“ o..iyolah mas, mending ngene dari pada jadi Tuyul, apalagi tuyul pemilu ini, ya gak , Sudah ni mas motornya, biayanya 10.000 ga ada potongan ya mas seperti yang lain” Jawab amran yang sedang memasang ban motor Amir yang sudah  selesai.

“ Terima kasih mas,”jawab amir sambil memencet starter motornya untuk kembali melanjutkan perjalanan ketujuan. RWK/Wewen