Radarwaykanan.Com, Negara Batin, – Ratusan alumni Pondok Pesantren Modern Mekkah yang berada di wilayah kampung Kartajaya Kecamatan Negara Batin kabupaten Way Kanan menggelar acara Reuni Akbar yang pertama dihalaman Pondok tersebut.
Reuni akbar adalah ajang yang diinisiasi untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat kembali nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di pondok Pesantren .Acara dihadiri oleh alumni dari berbagai lintas generasi, para pengasuh serta dewan guru pondok pesantren Modern Makkah, serta tamu undangan dari kalangan tokoh masyarakat setempat.
Harisun Rozali.S.Ag.,M.Pd selaku pimpinan Pondok Modern Makkah menyampaikan harapan besar terhadap peran serta alumni dalam bermasyarakat.
“Reuni bukan sekedar ajang temu kangen, tetapi bentuk panggilan nurani untuk kembali menyatukan niat, memperkuat misi dakwah, dan bersama-sama membangun peradaban umat. Alumni adalah cerminan dari pesantren. Apa yang mereka lakukan di luar sana membawa nama baik Pondok Modern Makkah.Dirinya berharap kedepan adanya kolaborasi antara pesantren dan alumni untuk menjawab tantangan zaman, serta terus menjaga nilai-nilai Islam yang menjadi pondasi dari pondok Modern Makkah.”Ungkapnya
Terpisah, Bambang Irawan yang merupakan Alumni pondok Modern Makkah menyampaikan Rasa Syukur atas terwujudnya acara Reuni tersebut. “Alhamdulillah acara kita hari ini bisa terlaksana dengan baik, ini tidak terlepas dari kerjasama serta Koordinasi seluruh alumni pondok modern makkah dari angkatan pertama sampai angkatan terakhir dari berbagai pelosok tanah air, diantaranya Jakarta, Bandung, Banten, Lambar, Pesisir Barat, Lampung utara, Bandar lampung dan lainnya.” Terangnya.
Acara reuni diisi dengan kegiatan ramah-tamah serta dilanjutkan dengan acara pelantikan pengurus Ikatan keluarga pondok modern Makkah (IKPMM) periode 2025-2030 yang diketuai oleh Dr.Gandi Liyorba, S.Ag, M.Ag, Edi Supena, S.Sos, MM Wakil ketua, Bambang Irawan, S. Pd. I, MM sebagai Sekretaris dan
Bendahara Rena Yani, SH, M. Pd.
Puncak acara ditutup dengan pengajian Akbar oleh KH. Drs. Herman Edy Abdullah, MA dari Gerakan Munalligh Indonesia. RWK/ JONI












