BLAMBANGAN UMPU (RWK) – Pelestarian bahasa daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Way Kanan. Salah satu langkah yang ditempuh ialah digitalisasi Kamus Dwibahasa Indonesia–Lampung Dialek Way Kanan berbasis web, Senin (19/10).
Program revitalisasi bahasa daerah yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung tersebut, disambut baik oleh Pemkab Way Kanan, dengan kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan.
Sekretaris Daerah Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, mengatakan bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas, warisan sejarah, dan cerminan kearifan lokal yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
Ia mengapresiasi digitalisasi kamus tersebut sebagai upaya mengintegrasikan pelestarian budaya dengan kemajuan teknologi, sehingga kosakata bahasa Lampung dialek Way Kanan semakin mudah diakses masyarakat, khususnya guru dan siswa.
“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari tersedianya situs web, tetapi juga dari sejauh mana kamus tersebut digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi pendidikan serta masyarakat,” ujarnya.
Machiavelli menekankan pentingnya akurasi kosakata melalui verifikasi ahli bahasa dan penutur asli, kemudahan akses melalui telepon seluler, serta pembaruan data secara berkelanjutan. Pemanfaatannya juga perlu diperkuat melalui keterlibatan sekolah dan pelatihan guru.
Dalam kegiatan tersebut, hadir perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, perwakilan Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Zaenal Abidin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan Kiki Chritianto yang diwakili oleh Kepala Bidang GTK Endi Yulianto, serta penulis buku Hanggum Bubahasa Lampung dan Kamus Bahasa Lampung Dialek Way Kanan.
Machiavelli berharap digitalisasi ini menjadi langkah berkelanjutan untuk menjaga warisan leluhur sekaligus mendekatkan generasi muda dengan bahasa dan budaya daerahnya.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah, akademisi, guru, tokoh adat, dan masyarakat menjadi kunci agar bahasa Lampung dialek Way Kanan tetap hidup, dipelajari, dan dibanggakan di tengah perkembangan zaman. (RWK/AT)






