Yuk Intip Kampung Karang Agung Penghasil Serai Wangi

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Pakuan Ratu RWK –  Dusun Karang umpu Kampung Karang agung Kecamatan Pakuan ratu Kabupaten Waykanan, yang terkenal banyak tanaman tumbuhan serai wangi. Hampir dari setiap masyarakat setempat memproduksi minyak serai sebagai mata pencahariannya.

Proses pengolahan serai wangi sebagai komoditi andalan di Karang umpu saat ini masih menggunakan penyulingan secara manual, dengan alat sederhana hasil rakitan dari Bahan Viva dan plat atau yang lebih umum disebut ketel uap.

Baca Juga  Miris Kabel PLN Tidak Terurus

Salah satu pengusaha sre wangi di dusun tersebut, Maksi mengatakan harga minyak serai wangi turun menjadi Rp100 000-105 000. /perkilo.

“Selama harganya anjlok menyebabkan petani serai tidak melakukan penyulingan dan menunggu harga kembali stabil,” sebutnya, Minggu (19/12).

Menurutnya, di tengah pandemi petani serai mulai memproduksi lagi disebabkan ada kenaikan harga dari sebelumnya yang kisarannya Rp115 000.

“Alhamdulillah sekarang minyak serai diambil sama pengepul untuk dipasarkan keluar daerah dengan harga lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Baca Juga  Pendaftaran Bakal Calon Kepala Kampung Gunung Pekuon Sepi Peminat

Maksi menyebutkan proses penyulingan dilakukan dengan cara manual. Pertama serai dipotong dulu selanjutnya dijemur selama dua hari, setelah itu baru dimasukan ke ketel uap untuk disuling.

“Ampas dari serai wangi bisa juga dimanfaatkan untuk pakan sapi dan dijadikan pupuk tanaman, jadi tidak ada yang terbuang sia-sia,” ucapnya.

Satu ketel uap berukuran muatan kurang lebih 8 kintal daun sre, menghasilkan 10 sampai 12 liter minyak serai, jika serai dalam keadaan kering bisa menghasilkan lebih yaitu sekitar 12 sampai 15 liter per ketel, dalam sehari rata-rata bisa 2 kali penyulingan.

Baca Juga  Satlantas Polres Way Kanan Gelar Rapid Test Antigen Gratis Bagi Pengendara

Seperti diketahui minyak serai memiliki banyak khasiat atau manfaat sebagai obat anti ketombe, jamur kulit, dan juga bisa untuk aroma terapi, bahkan ia berharap agar ada Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Sepang yang membuat inovasi hand sanitizer berbahan dasar minyak serai pungkasnya”, RWK/A.