iklan

Tarman, Lanjutkan Renovasi

Foto: Tarman kepala dusun karang agung melakukan klarifikasi atas pemberitaan anne-marie nya hari ini.

Pakuan Ratu(RWK),– Masalah Renovasi Jembatan di Kampung Karang Agung Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way yang besumber dari Dana Desa anggaran tahun 2020, memasuki babak baru, walupun menyanggah semua penyampaian Penjabat Kepala Kampung Karang Agung, akan tetapi Tarman mempersilakan renovasi dilanjutkan, karena memang selama ini ia tidak pernah merasa menghalang-halangi maupun menakut-nakuti pekerja, melainkan hanya mempertanyakan berapa pendanaan renovasi serta meminta agar pondasi jembatan dapat diluruskan, agar lebih kokoh dan nampak lebih bagus, hal itu disampaikan langsung oleh Tarman pada Radar Way kanan hari ini, Kamis (25/3).

“Kalau dikatakan bahwa terhambatnya jembatan tersebut dikarenakan ada Kepala Dusun yang keras Kepala dan sering memarahi para pekerja jembatan. Saya katakan hal itu tidak pernah ada, demikian juga yang menghalangi perehapan jembatan sama sekali tidak ada, akan tetapi kalau saya mempertanyakan tentu menjadi sesuatu hal yang wajar sebab tanah itu memang tanah saya, dan apalagi memang material untuk renovasi jembatan itu saat ini menumpuk di kebun singkong saya, lebih dari itu saya ini kan masih menjabat sebagai Kepala Dusun, wajar kalau saya mau tahu, tetapi kalau dikatakan saya menghalangi pekerja, saya sudah panggil semua pekerja dan mereka menerangkan bahwa saya tidak pernah melarang mereka bekerja, dan itu ada buktinya ,” terang Tarman.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Kampung Bali Sadar Tengah gunakan Dana Desa bangun jalan

Tetapi lanjut Tarman, dirinya hanya menyampaikan hal itu sebagai pembelaan diri, namun dibalik itu, ia mempersilakan para pihak untuk melihat langsung lokasi jembatan dan apa yang telah ia terangkan, termasuk siap menerangkan hal – hal yang mungkin belum diketahui tentang jembatan tersebut sejak dibangun oleh kepala Kampung sebelumnya.

Baca Juga  SLBM Kampung Karang Agung Tidak Bermanfaat

“Kalau ditanyakan mengapa saat Pak Irawan Puncak.S.H membangun jembatan gantung ini saya tidak banyak tanya, karena saya selaku pemilik lahan dan Kepala dusun merasa di hargai, dimana sebelum pelaksanaan saya dipanggil dan Kepala Kampung saat itu ( Irawan Puncak red ) menyampaikan kalau ditanah saya itu akan dibangun jembatan gantung sekaligus saya diminta untuk mengawasi pekerjanya, nah kalau renovasi ini jangankan dipanggil saya sama sekali tidak diberi tahu tiba-tiba ada yang datang mau merenovasi jembatan yang saat ini berdiri di atas lahan saya, jadi wajar kalau saya bertanya,” imbuh Tarman.

Diterangkan sebelumnya bahwa terhambatnya renovasi jembatan gantung di Kampung karang Agung Pakuan Ratu karena adanya penolakan dari Kepala Dusun, setempat ( Tarman red ), akan tetapi ternyata hanya karena ada kesalahan komunikasi antara Tarman sebagai Kepala Dusun dengan Agus Susanto sebagai Penjabat Kepala Kampung Karang Agung.

(RWK I /TIHANG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.