Sudah rusak jalan jalan di Dapil 2 dan 3 Way Kanan kerap kebanjiran

Pakuon Ratu, RWK .-. Tinggginya curah hujan dalam 3 hari terahir, menyebabkan jalan jalan protokol yang ada di Kecamatan-Kecamatan di daerah pemilihan III ( Negara Batin, Negeri besar dan Pakuon Ratu ),dan daerah Pemlihan II ( Waytuba, Bahuga, Buay Bahuga, Bumi Agung red ) kebanjiran dan tergenang air, yang secara otomatis hal itu mematikan sementara kehidupan sosial dan ekonomi didaearh tersebut, walaupun masih ada yang dapat  beraktiptas dengan menggunakan perahu dan menggunakan sepeda motor dengan resiko kerusakan mesin bila knalpotnya kemasukan air.

“ Kalau kita bicara mengenai kerusakan jalan, jauh sebelum tiktoker yang memviralkan saya rasa Radar Lampung gruop- di Way Kanan ini sudah lebih dahulu mengeksposnya, baik jalan provinsi dan ataupun jalan Kabupaten, karena memang semua dalam kondisi rusak parah, apakah itu dikarenakan rendahnya mutu pekerjaan ataupun bisa juga karena kerapnya direndam air, baik karena banjir maupun disebabkan tidak adanya draenase ( siring red ),  Ujar ,” Saptari dari DPP EMPPATI seraya menambahkan kemungkinan besar dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan dugaan berbagai penuyimpangan dalam pengerjaan proyek jalan di Way kanan ke pihak yang berkompenten.

Baca Juga  Kampung Tiuh Balak 1 Kembali Menyalurkan BLT DD Tahap II Tahun 2022

Keterangan Saptari dibenarkan oleh Muhlini, Tokoh Pemuda Negara Batin dimana menurut Muhlini, bahwa  dalam 3 hari terahir intensitas hujan sangat tinggi sehingga menyebabkan jalan jalan yang ada di Daerah Pemilihan II dan Daeerah Pemilihan III Way Kanan banyak yang terendam air, karena airnya tidak ada pembuangan ( Draenase red ), ataupun kalaupun ada siring siring yang semestinya berguna untuk mengalirkan air itu sudah tertutup karena kerapnya dilalui oleh kendaraan kendaran yang membaawa muatan jauh melebihi kapasitas jalan.

“ Kerusakan jalan ini yang pertama diduga dikarenakan buruknya kualitas jalan, yang kami tidak tahu mengapa petugas pengawas proyek , konsultan dan bahkan anggota DPRD Way Kanan pun sama sekali tidak mempersoalkan pengerjaan proyek jalan yang di duga bermasalah tersebut ( baik jalan Provinsi maupun jalan Kabupaten red ), sementara yang kedua adalah karena tidak adanya siring sehingga air selalu mnggenangi jalan dan yang ketiga  yang menjadi penyebab kerusakan jalan lainnya adalah banyaknya perusahaan perusahaan yang membawa hasil produksi mereka dengan menggunakan kendaraan yang kapasitasnya jauh diatas kekuatan jalan, mirisanya lanjut Muhlini, pihak berkompenten melihat kejadian tersebut, akan tetapi sama sekali tidak melakukan tindakan kongkrit, sehingga ahirnya rakyat yang menjadi korban.

Baca Juga  Geger !! Penemuan Mayat Sudah Membusuk didalam Rumah

“ jadi ringkasnya yang disampaikan oleh Toktpoker itu benar, yang salah cara penyampaiannya, karana jalan jalan di Way Kanan ini hampir semuanya rusak, jalan provinsi yang baru dibangun juga rusak, jalan Kabupatebn yang baru dibangun tahun 2023 inipun banyak yang sudah rusak, tetapi saat dikonfirmasi dengan enteng pihak berkompenten menyatakan masih dalam masa perawatan, sehingga warga tidak perlu protes, padahal yang kami persoalkan adalah mengapa dan ada apa kok bisa proyek jalan baru di kerjakan sudah rudsak kembali, mestinyakan proyek tersebut di awasi oleh konsultan, dan dari Dinas Pekerjaan Umum setempat, sehingga timbul pertanyaan warga mungkinkah proyek tersebut milik pegawai Dinas Pekerjaan Umum  atau milik Anggota DPRD sendiri, karena sama sekli tidak ada pengawasan yang dilakukan, atas banyaknya ketidak beresan pengerjaan jalan jalan tersebut.

Baca Juga  Pemerintah Kampung Segara midar realisasikan BLT DD Tahun 2024

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Way Kanan, Edwin Bavur ketika dikonfirmasi tentang hal itu, dengan tegas menyatakan kalau tidak ada pihaknya yang menjadi pengawas sekaligus pekerja, demikian pula tidak ada proyek yang di kerjakan oleh Anggota Dewan,

“ Semua proyek di Way Kanan dilakukan lelang secara formal melalui LPSE, dan semua bisa melihat , sehingga tidak ada kongkalikong dalam tender maupun pengerjaannya,” tegas Edwin Bavur.

Dalam pada itu, hingga siang ini , belum ada tanda tanda tanda air akan surut dan bahkan dipastikan debit air akan semakin tinggi bila sore ini hujan kembali membasahi bumi Way Kanan. RWK I/ Ashari