Stok MIGOR Melimpah Harga Melambung

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Pakuan Ratu (RWK),– Stok minyak goreng dengan berbagai merek kini melimpah di pasar tradisional setelah pemerintah resmi mencabut kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan per 16 Maret 2022. Akan tetapi ketersediaan minyak goreng tersebut dibersamai dengan harga yang melonjak. Jum’at (25/3)

Sebelum dicabut, harga eceran tertinggi minyak goreng curah Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000/liter.

Baca Juga  Saipul Ikuti Rakor Persiapan NATARU Secara Virtual

Kini, harga-harga tersebut telah meningkat dan stok pun melimpah.

Berdasarkan pemantauan Reporter Radar Way Kanan, minyak goreng dengan berbagai merek banyak terlihat di pasar tradisional, serta terlihat memenuhi lagi rak-rak sejumlah supermarket yang kosong selama beberapa pekan terakhir.

Namun, harga-harga minyak goreng kemasan tersebut hampir menyentuh Rp25.000/liter di berbagai daerah. Untuk kemasan dua liter, harga dibanderol dari Rp48.300 sampai Rp49.500.

Baca Juga  Rusman S.Sos Berharap Aparaturnya Bersih Dari Narkoba

Sebelumnya, Warga bahkan harus bolak-balik mengecek ketersediaan minyak goreng di minimarket atau warung terdekat. Lantaran harga sedemikian tinggi, tak lagi terlihat antrean warga untuk membeli minyak goreng seperti tampak beberapa pekan terakhir.

“Kemarin-kemarin sempat langka karena harganya Rp28.000 untuk kemasan dua liter, sekarang banyak tapi harganya mahal. Kalo kemaren nyari-nyari info minyak murah,” keluh Lia salah seorang warga di Kampung Pakuan Ratu.

Baca Juga  Diduga SPBU Negeri Baru Menjual Ribuan Liter BBM Ke Pengecer Pakai Jerigen Tanpa Kantongi Surat Ijin

Lia berharap, menjelang Bulan suci Ramadhan harga minyak goreng tidak mencapai Rp 30.000/liter seperti bulan-bulan sebelumnya.

“Ya semoga aja dibulan puasa nanti ga naik lagi harganya dan ga langka lagi. Karena, biasanya kan menjelang puasa gini harga bahan pokok juga mahal. Jadi, kalo harganya pada naik kita juga ibu rumah tangga lumayan pusing,” pungkasnya. (RWK/Dima)