Petani Jagung Resah Dengan Hama Tupai

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Gunung Labuhan, RWK– Tak sedikit para petani jagung merasa geram akibat hama tupai melanlang buana di perkebunan mereka. Akibat mamalia kecil bernama latin Scandentia tersebut akhirnya petani mengalami kerugian.

Hal tersebut dirasakan Munandar (28) Petani jagung wilayah Kecamatan Gunung Labuhan, menurutnya perawatan jagung sampai dengan panen itu tak mudah membalikkan telapak tangan.Sebab, musti diperhatikan secara ektra mulai dari pembibitan hingga panen, terutama masalah hama dan pertumbuhan jagung.

Baca Juga  Tiga Warga Kampung Tiuh Balak 1 Mundur Dari Program PKH

“Sudah dua bulan belakangan ini, menjadi rutinitas saya berkeliling ke lokasi perkebunan jagung, berlomba-lomba dengan tupai supaya jagung bisa diselamatkan, telat datang ke kebun bisa luluhlantah kebun jagung saya, ini aja diperkirakan 1/4 lokasi habis di garap tupai terutama di pinggir-pinggir kebun, “kata nandar.

Oleh sebab itu, lanjut Nandar, Claim seseorang terhadap petani tak banyak resiko itu suatu hal yang keliru, sebab meleset sedikit dengan pengelolaan yang tidak baik bisa jadi fatal.

Baca Juga  RAS: Masyarakat Way Kanan Cinta Demokrasi

“Ada-ada saja kendala yang dapat merugikan petani, sebelum mendekati panen sekira usia 3 minggu kami direpotkan dengan ulat-ulat yang menyerang pucuk jagung sehingga mengharuskan kami untuk membasminya dengan pestisida, setelah jagung sudah mendekati panen kembali diserang hama tupai, sehingga benar membuat kami was-was, “lanjut Nandar.

Pernyataan Nandar tersebut dibenarkan Warisan (55) yang juga seorang petani jagung, menurutnya sampai dengan saat ini ia masih kebingungan perihal alternatif apa yang paling baik untuk membasmi hama tupai tersebut. Sebab jika tidak ada cara yang ampuh untuk menghalau hewan tersebut maka ini akan terjadi terus menerus.

Baca Juga  Resmi Menjadi Kampung Tangguh, Begini Harapan Ketut Nama Yasa

“Sampai dengan saat ini saya masih mencari cara apa yang paling baik untuk membasmi hewan tersebut, sebab jika tidak kami petani akan tak bisa pulang kerumah harus selalu mengawasi perkebunan kami, ” tambah Warisan sembari berharap kepada pemerintah untuk memberikan solusi terbaik perihal tersebut.RWK/Oksi.