Pedagang Eceran Kesulitan Pasokan Minyak

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Radarwaykanan.comNegara Batin RWK-Kenaikan harga Pertamax di tengah perekonomian masyarakat yang mulai membaik usai didera Covid-19 bak palu godam yang meluluhlantakkan kembali.

Kenaikan harga Pertamax dari Rp 9.000 menjadi Rp 12.500 per liter pun menggerus daya beli masyarakat. Akibatnya, kini sebagian pengguna kendaraan bermotor beralih ke Pertalite untuk mengisi bahan bakar.

Ada pun itu Pertamina baru-baru ini mengeluarkan kebijakan tentang larangan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite menggunakan jeriken.

Baca Juga  Danramil 427-04/Bahuga Memberikan Jam Komandan Ramil Kepada Seluruh Anggota Babinsa Koramil 427-04/Bahuga

Imbas dari kebijakan tersebut, sejumlah pedagang BBM eceran sudah tidak bisa lagi menjual pertalite.

Am (40), salah satu penjual bensin eceran di Jalan wilayah kecamatan Negara Batin,Kebupaten Way Kanan sudah empat hari kehabisan stok pertalite di pom mini miliknya.

Kemarin malam AM sebetulnya sudah menyiapkan dua jeriken kosong untuk membeli pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)

“Pas semalam saya mau beli (pertalite) ke pom enggak dikasih. Biasanya dapat dua jeriken di SPBU yang berada di tulang bawang unit 2. Sekarang sudah enggak dikasih,” kata nya saat ditemui,selasa 12/4/22

Baca Juga  Kepala Kampung Tanjung Dalam salurkan bantuan Beras Cadangan Bahan Pangan Pemerintah (CPP)

Am mengaku sudah melobi petugas SPBU demi mendapatkan pertalite. Namun, dia malah ditunjukkan surat edaran resmi dari Pertamina tentang kebijakan larangan pembelian BBM dengan jeriken.

“Saya sudah ngelobi karyawannya, tapi enggak bisa. Mereka langsung menjelaskan sudah dari kebijakan pusat sembari tunjukkin surat edaran di hand phone-nya,” ujar dia.

Am yang juga membuka warung kelontong menyatakan bahwa dirinya hanya menjual pertalite lantaran harga pertamax telah menembus Rp 12.500 per liter.

Baca Juga  Wujudkan keinginan Masyarakat, Gedung Harapan bangun Rabat Beton

Menurut dia, pertamax sudah tidak memungkinkan untuk dijual kembali imbas harga baru yang tinggi.

“Pertalite aja, kalau kita ambil pertamax mau jual berapa?, sudahlah pemerintah jangan buat kita susah, udah gitu minyak goreng susah ini lagi perkara bensin juga dibuat susah,” keluhnya. Rwk/andri