No Solution ! Dinas Terkait Tidak mampu Membersihkan Limbah Babi

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

RADARWAYKANAN.COM, BARADATU– Seolah tak bersolusi itulah kalimat yang pantas dilayangkan kepada Pelaku usaha ternak Babi yang terletak di Kampung Kampung Bhakti Negara, Kecamatan Baradatu, Way Kanan. Sepekan lebih tak ada progres baik dari pelaku usaha maupun pemerintah setempat bahkan dinas terkait.

Jangankan membersihkan dampak pencemaran akibat limbah babi tersebut, diduga memperbaiki sanitasi kandang juga tidak. Dibiarkan begitu saja meskipun sudah jelas mencemarkan. Itulah deskripsi kandang Babi Totok yang diketuai Roy Simamora tersebut. Padahal Radarwaykanan (Group Radar Lampung) saat melakukan koordinasi, peternak mengaku sudah di kroscek Tim Kecamatan, namun mereka hanya pasrah apa adanya meskipun telah merugikan lingkungan setempat.

Baca Juga  Kampung Bandar Kasih Gelar Upacara HUT RI di SDN 01

“Sampai hari ini masih bau, kami benar-benar merasa terganggu, semestinya kandang ternak seperti itu jangan berada di tengah-tengah kampung. Lihat saja di aliran sungai kediri satu itu, airnya sudah kayak oli. Tapi seolah tak bersalah,”keluh PW salah seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan.

Camat Baradatu melalui Sekretaris Kecamatan Pawit Abimaba dikonfirmasi. Ditanya progres dinas terkait prihal tersebut mengatakan sejauh ini pihaknya belum mendapat informasi.

Baca Juga  Sekcam Buay Bahuga Lakukan MONEV di Kampung Nuar Maju

“Kami belum ada informasi,”kata Pawit singkat saat dikonfirmasi.

“Kami tidak bisa memperbaiki ataupun bertindak tegas, hanya saja menghimbau dan memastikan saja dan berkoordinasi kepada dinas terkait yang berkompeten di bidangnya. Setelah kami investigasi memang benar adanya,”tambah Mukhlis Kasi Trantip Kecamatan pekan lalu saat dimintai keterangan di ruang kerjanya.

Baca Juga  Lapor ! Tiang Listrik Roboh Akibat Derasnya Hujan

Abadi Ginting Kepala Kampung setempat, ditanya progres dari pelaku usaha ternak tersebut sejauh mana, belum memberikan keterangan, meskipun pesan WhatsApp yang disampaikan telah dibaca. RWK/OAF