Miris! Hampir 60% Lahan Petanian Rusak

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Negara Batin (Rwk ), Hasil panen melimpah, dengan hasil serta penjualannya yang melimpah merupakan dambaan semua petani, tetapi beda halnya dengan kampung Marga Jaya yang terjadi beberapa waktu ini, dengan curah hujan yang cukup tinggi belum lagi ditambah dengan serangan hama lainnya membuat para petani mengalami gagal panen.

Baca Juga  Aktivitas Pasar Masih Abai Protokol Kesehatan

Seperti kasus gagalnya hasil panen padi musim ini Hampir semua petani setempat mengaku merasakan kepahitan yang mendalam, karena tak lebih dari 40% tanamannya yang bisa dipanen.

Yono (38) seorang petani membenarkan keadaan demikian. Menurutnya, gagal panen yang terjadi pada petani disebabkan oleh banyak hal.

” kami gagal panen karena curah hujan culup tinggi sehingga membuat sawah kami sebagian kebanjiran belum lagii ditambah oleh serangan hama lainnya, kerusakan lahan kami diperkirakan hampir 60%.Paparnya,

Baca Juga  Sukses Salurkan BLT-DD, Kakam Gedung Harapan Realisasikan Rabat Beton

“Selanjutnya, adalah hama tikus yang banyak bertebaran di sawah warga. Tanaman bisa rusak habis diserang tikus,”‎tambahnya.

Dari hal itu, rupanya terdapat fakta yang cukup mencengangkan.
Sebab, dalam awal tahun 2021 ini yang baru menginjak bulan Febuari sudah dua kali banjir menyapa Area persawahan. (Rwk-W/Susi)