Menara Eifel Kalah, Ada Apa Ya???

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Negeri Besar RWK,– Sejumlah Warga masyarakat RT 02 RW 03 kampung Sribasuki kecamatan Negeri Besar kabupaten Way Kanan mengaku kecewa atas sistem penilaian pada lomba pemberdayaan masyarakat pembuatan taman Ter innovativ yang digagas oleh pemerintah kampung sribasuki yang dimulai sejak bulan maret hingga Agustus 2021

Dalam kurun waktu kurang lebih 7 bulan proses pembuatan taman yang dikerjakan oleh tiap tiap Rt berakhir pada puncak penilaan pada tanggal 28 Agustus 2021 menyisakan tanya dilingkungan masyarakat Rt 01.02 Rw 03

Turino Rt 01 /03 kampung Sribasuki menuturkan kepada Awak media Radar Rasa kekecewaannya terhadap system penilain oleh dewan juri pada perlombaan tersebut pasalnya menurut Turino tidak ada kejelasan pada poin penilaian serta seringnya berubah -ubah pada poin penilaian. Ini menunjukka bahwa pemerintah kampung selaku penyelenggara lomba tersebut nampak tidak konsistensi dalam penilaian atau bisa dikatan plin plan.tuturnya

Baca Juga  KAMALUDIN ..KEBERSIHAN ITU DARI KITA UNTUK KITA

“Saya dan para warga saya merasa kecewa mas atas penilai pada lomba pemberdayaan taman ter inovatif yang digagas oleh pemerintah kampung, sepertinya pada penilaian ini tidak ada kejelasan dan konsisten dalam penilaian sehingga menimbulkan tanya pada masyarakat .

Kami bukan tidak terima karena taman kami ini tidak masuk sebagai pemenangnya tapi kejelasan serta konsisten pada penilaian yang kami harapkan.Seperti kita ketahui mas repelikan menara eiffel inikan diakui atau tidak oleh pemerintah kampung sangatlah unik dan kita ketahui juga bahwa sebagai ikon taman ini ya Menara Eiffel ini pungkas Turino.

Baca Juga  Tepung Aren Menjadi Usaha Baru Dimasa Pandemi

Tidak terhenti disitu saja, ada juga masyarakat yang mengunggah rasa kekecewaan terhadap lomba taman ter inovatif tersebut melalui laman facebook dengan cuitan

@Riki darmawan dengan caption. Yang viral ini, Yang bikin heboh juga ini, tapi kok gak kelihatan dipandang sama seniornya kampung.
Ditanggapi oleh komentar facebook @sudirman Sakti dengan komentarnya pada beranda facebook Riki darmawan menuturkan
“mungkin ngak dekat sama tim penilaiannya.

@yunipengestu dengan komentarnya. Itu bisa jadi kurang dipepet

Baca Juga  Siger Berbagi Di Kampung Campang Lapan Kecamatan Banjit

AS (40) warga masyarakat tulang bawang barat (Tubaba) pengunjung taman tersebut menutur kepada awak media Radar bahwasanya replika menera eiffel kampung sribasuki ini sangatlah unik dan belum pernah kami temui ditempat lain.dan ini sudah banyak kami masyarakat Tubaba yang tahu repelika menara ini melalui laman facebook.

Dikonfirmasi melalui sambungan Whatsapp Sekretaris kampung sribasuki menjelaskan
Iya…Saya maklumi ada rasa kekecewaan di setiap perlombaan.
Dan klo yg kecewa itu paham tentang JukNis nya saya rasa gak akan kecewa. Dan saya rasa pak RT dan Kadus paham JukNis, mungkin masih kurang memberikan pemahaman ke warganya. (JS)