Limbah Ternak diduga Cemari lingkungan

BARADATU, RWK- Hitam. Layaknya oli bekas serta berbau tak sedap itulah yang terjadi pada sungai yang  terletak di Kediri satu dusun I berbatasan dusun IV Kampung Bhakti Negara, Kecamatan Baradatu, Way Kanan. Tercemarnya sungai itu  bukan tanpa alasan melainkan diduga akibat limbah kotoran Ternak Babi milik warga yang mengalir  ke sungai tersebut. Akibatnya berdampak pada pencemaran lingkungan.

Saat dikonfirmasi wartawan koran ini, Totok. salah seorang pemilik ternak Babi  mengaku bahwa peternakan itu bukan milik pribadi melainkan kelompok.

Baca Juga  UPT Puskes Negeri Agung Gelar Gerai Vaksin

“Kalau limbahnya kami selalu kontrol, dan kami jaga kebersihannya, untuk ketua kelompoknya Bapak Memora silahkan koordinasi kepada beliau saja. Kalau masuk kandang kami tidak izinkan saat ini karena sekarang gempar virus PMK, tidak bisa masuk,”ujar Toto sembari menepis tuduhan pencemaran lingkungan sungai karena limbah babi tersebut.

Nampaknya pengakuan Toto tersebut tak sejalan dengan pengakuan warga setempat, dirinya merasa terganggu akibat tercemarnya aliran sungai itu. Selain menimbulkan bau yang tidak sedap. Rutinitas memancingnya terpaksa berhenti karena tidak ada ikan lagi.

Baca Juga  Pemkam Negeri Jaya : Selamat dan Sukses Hari Ulang Tahun Radar Way Kanan Ke 3

“Sebelum tercemar sering saya memancing disana, tetapi akhir-akhir ini sudah tidak lagi. Jangankan memancing lewat saja sudah jijik dengan kondisi air hitam pekat. Mau muntah dibuatnya,”keluh salah seorang narasumber terpercaya Radarwaykanan. Tak hanya limbah Babi itu, dia juga mengaku ada limbah Ayam juga disekitar lingkungan tersebut. Memang lingkungan itu benar-benar mesti menjadi perhatian.

Baca Juga  Seleksi Paskibraka dalam rangka HUT RI ke 78

“Selain Limbah Babi, lingkungan ini juga ada dua kandang besar yang dimiliki Ibu Lina dan Pak Toto. Kalau hujan menguap dan banyak lalat, risih deh pokoknya,”keluh narasumber terpercaya tadi seraya ia berharap pihak berkompeten untuk menegur langsung agar sesuai standar sehingga tidak bau.

“Kami tersiksa karena baunya, apalagi kalau ada angin tatkala dari kejauhan tercium, mau protes juga tidak akan di dengar, dan kami tidak punya kapabilitas dalam hal itu,”pungkasnya.RWK/Oksi.