Konvergensi Pencegahan Stunting Di Kampung Bonglai

Banjit (RWK)– Pemerintah kabupaten way kanan tidak main-main di dalam masalah penanganan stunting contohnya Kampung bonglai menjadi salah satu lokasi penatapan stunting Rabo 17/02/2021.

Kepala Kampung bonglai menyambut baik atas penetapan tersebut dan beliau berjanji akan menganggarkan dari Dana Desa tahun 2021.
Berupa alat-alat Posyandu untuk 6 pos dari posyandu Kaktus 1 sampai 6,dan Pemerintah Kampung Bonglai Menggarkan Untuk rembug stunting,dan RDS,

Baca Juga  Puskes Serupa Indah Laksanakan Vaksinasi Thap 2 Untuk Nadik dan Nakes

Adapun yang terlibat Langsung Dalam Program tersebut, Kurniawati Ibu kepala Kampung Bonglai sebagai pembina Kader Posyandu,dan 30 Kader posyandu, Kader KPM 2 orang ,iwan Isdaryanto,S.Pd (PLD kampung Bonglai.

Meskipun demikian Pemerintah kabupaten way kanan tidak akan berhenti melindungi kesehatan warganya sampai benar-benar masalah stunting ini bebas dari kabupaten way kanan.

Baca Juga  ADIPATI..JANGAN MENGAJAR KALAU BELUM VAKSIN

“Sebab masalah stunting ini beriplementasi kepada generasi penerus bangsa, jadi di bonglai ini kita tidak mau generasinya menjadi keropos di masa-masa akan datang,”kata Iwan kepala kampung.

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak gizi buruk, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Menurut WHO stunting ini masih ditemukan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Secara kasat mata stunting bisa dilihat dari keadaan tubuh seorang anak yang mengalami pertumbuhan terhambat sehingga menjadi pendek atau sangat pendek.

Baca Juga  JAGA JALAN KAMPUNG SARI JAYA BANGUN SIRING

Meskipun penyebab stunting adalah buruknya asupan gizi, namun permasalahan stunting sendiri bisa dibilang sangat kompleks menyangkut berbagai faktor. Faktor ekonomi sosial budaya, tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan ketidakpahaman atas pentingnya gizi kepada balita.

(RWK-K/HABIBI A.P)