Kakam Kayu Batu Bentuk Nuwa Curhat yang di Ketuai Ibu Masnoni

Gunung Labuhan (RWK),- Desy Septriana S, Amd PJ Kepala Kampung Kayu Batu membentuk Nuwa Curhat. Mengantisipasi adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan sebagainya di Kampung Kayu Batu, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan. Pemerintah kampung setempat meresmikan rumah curhat yang digunakan untuk warga mengadu masalah keluarga.

Rumah curhat merupakan program yang digagas oleh Desy Septriana S. Amd PJ Kepala Kampung Kayu Batu dan di ketua oleh ibu Masnoni. Hal tersebut untuk menanggulangi kekerasan dalam rumah tangga.

Tenaga-tenaga yang dikerahkan dalam rumah curhat mempunyai pengetahuan cukup dan wawasan luas agar bisa melayani dengan maksimal, mengingat permasalahan KDRT dan permasalahan lainnya sangat kompleks dan pelik dalam rumah tangga.

Baca Juga  Jelang Idul Fitri Kakam Curup Patah Bagikan Siltap Aparaturnya Selama 3 Bulan

Alasan terciptanya rumah curhat merupakan salah satu upaya Pemerintah Kampung Kayu Batu dalam menanggulangi permasalahan keluarga yang sering terjadi di kampung tersebut.

Dahulu, sebelum adanya rumah curhat, masyarakat tidak mempunyai wadah untuk memecahkan masalah internal keluarganya.

“Di kampung ini banyak kesenjangan sosial yang membuat keretakan rumah tangga. Dari itu kami membangun rumah curhat dengan harapan mengurangi kesenjangan dan antisipasi KDRT,” kata Desy Septriana S. Amd, PJ Kepala Kampung Kayu Batu.

Baca Juga  Way Limau kembali Realisakan BLT-DD bulan November

Dengan adanya rumah curhat di Kampung Kayu Batu ini guna untuk menampung aspirasi ataupun keluh kesah masyarakat dan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh ibu-ibu rumah tangga yang ada di kampung kayu batu.

Awal berdiri, rumah curhat tidak diminati oleh masyarakat. Namun, gencarnya sosialisasi yang dilakukan pihak pemerintah kampung dan ketua Nuwa Curhat, akhirnya rumah curhat ini semakin ramai dan masyarakat mulai tidak malu menyampaikan permasalahan.

“Meskipun baru berjalan beberapa minggu namun, sekarang mulai banyak warga yang tidak malu menyampaikan permasalahannya. Ada saja orang yang berkonsultasi di rumah curhat,” tambah dia.

Baca Juga  Kakam Kalipapan Apresiasi Pemasangan Portal Rel PT.KAI

Manfaat lain selain mengantisipasi adanya kekerasan dalam rumah tangga, lebih lanjut Desy Septriana S, Amd menyatakan bahwa rumah curhat adalah salah satu upaya mediasi antar keluarga agar tidak sampai terjadi perceraian dalam keluarga dan tidak hanya masalah keluarga saja tapi bisa juga masalah yang lain.

Di tempat yang sama Masnoni Ketua Nuwa Curhat Kampung Kayu Batu mengatakan, “selain mengantisipasi KDRT, rumah curhat berguna untuk memediasi keluarga agar tidak sampai terjadi perceraian dan kami juga menampung semua keluhan dari masyarakat yang ada di kayu batu,” jelasnya

RWK/HABIBI A.P