Jalan Bak Kolam Ikan. Jadi Ancaman Nyata Bagi Pengguna Jalan

RADARWAYKANAN.COM– ‘Jalan Kolam Ikan’ Nama yang pantas disandang untuk Jalan Provinsi yang menghubungkan Kecamatan Baradatu-Banjit Mulai Dari Kampung Banjar Negara Kecamatan Baradatu hingga Kampung Argo Mulyo Kecamatan Banjit.

Sebab, sudah dua kali Ganti Pemimpin Daerah Provinsi Lampung jalan tersebut luput dari perhatian bahkan Satu putra terbaik daerah Kabupaten Way Kanan berhasil memimpin Provinsi Lampung jalan yang menghubungkan tiga Kecamatan itu tak pernah dilirik oleh Gubernur Lampung sampai masa akhir Jabatan nya.

Baca Juga  Cara Mengetahui KTP Dipakai Buat Pinjol atau Tidak

Pemerintah Provinsi Lampung melalui pemerintah Daerah Kabupaten Way Kanan diharapkan dapat merespon dengan memprioritaskan kondisi jalan yang rusak Terlebih dengan kondisi jalan yang rusak parah dan berlubang hingga kedalaman 30 cm lebih.

Dari pantauan Radarwaykanan.com, jalan tersebut berlubang yang diperparah saat hujan turun membuat jalan digenangi air sehingga meresahkan warga yang tinggal di seputaran jalan bahkan warga yang melintas di jalan tersebut.

Salah seorang Pengendara Roda dua Amir (51) saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya berharap Dinas Terkait dapat segera memperbaiki karena jalan provinsi yang menghubungkan Tiga Kecamatan itu.

Baca Juga  Cinta Lingkungan,Pj Bandar Dalam Tanam Bibit Pinang

“Kami yakin, Pemerintah Provinsi Lampung khususnya Pak Gurbernur Arinal Junaidi mampu dengan APBD Provinsi Lampung yang mencapai 8,3 Triliun dapat memperbaiki segera jalan tersebut dengan kondisi yang sudah kupak kapik dan penuh Lubang ini, Pengendara Roda dua maupun Roda empat selalu mengeluhkan bila melintas di jalan yang rusak dan berlubang serta air menggenang bila musim hujan”harapnya, Senin (8/4).

Baca Juga  Kegiatan Jumat Bersih di Lingkungan Kantor Kampung Gunung Baru

Sementara itu, Anggi Warga setempat pun mengeluh. Dimana, sudah puluhan tahun belum pernah ada perbaikan jalan baik Tambal Sulam apalagi Hotmix.

“Boro-boro Hotmix, tambal sulam pun belum pernah, apa keluh kesah masyarakat sini tidak sampai ke pak Gubernur atau Memang kami di anak tirikan, sudah hampir habis jabatan tidak pernah ada pembangunan dari provinsi, sedangkan kami juga bayar pajak”ungkap Anggi merasa kesal dengan keadaan jalan. RWK I