Harga Tinggi, Latek Rawan Dicuri

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Belambangan Umpu-RWk– Sejumlah Petani karet di Kabupaten Way Kanan, tepatnya di kampung Karang Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu diresahkan dengan sejumlah aksi pencurian getah di pohon kebun karet warga.

Wargapun geram dengan aksi pencurian karet, bahkan petani karet rela datang di tengah malam maupun dini hari untuk menjaga kebun karet dengan membawa peralatan senjata tajam untuk memburu pelaku.

Baca Juga  LOKAKARYA MINI LINTAS SEKTOR PUSKESMAS BARADATU.

“Ada 2 bidang karet warga di curi di batang pohon balam(karet) hari kamis kemarin,” kesal eko, Sabtu(19/03)

Dikatakan eko, karet yang dicuri dari tetesan pohon karet yang diletakkan mangkok dipendap dua hari sampai empat hari.

“Tetesan karet dari pohon itu, ditempatkan di wadah mangkok, rencana pagi kami ambil untuk disatukan, tiba-tiba hilang, kalau kerugian lebih dari satu pikul (100 kilogram) karet basah, di uangkan sekitar Rp 900 ribu,” keluh eko.

Baca Juga  Kampung Negara Batin Salurkan BLT DD Bulan Maret Dan April

Dikata Her, tidak hanya kebun karet miliknya, namun, sejumlah kebun karet warga secara bersama juga digondol maling.

“Sekarang warga ada yang mengintai pelaku pencuri karet di kebun, untuk menangkap tangan pelaku pencurian karet,” jelas Eko.Rwk-d