GORO Sribasuki Kegiatan Turun Menurun

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Negeri Besar RWK, -Budaya gotong royong diharapkan dapat terus dibangkitkan kembali ditengah kehidupan masyarakat. Selain menjaga lingkungan agar tetap bersih, disisi lain dengan bergotong royong mampu memperkuat rasa kebersamaan dan persatuan di masyarakat.

Demikian disampaikan Oleh Suprat,Saat ditemui Awak media Saat sedang Bekerja menurunkan Genteng disalah Satu rumah seorang warga yang akan direnopasi. jum’at 3/6

Hidup di desa selalu mengajarkan kita tentang arti kekeluargaan dan kebersamaan. Interaksi sosial antar warga desa masih terjalin dengan baik. Seperti yang ada dikampung sribasuki, Kecamatan Negeri Besar , Kabupaten Waykanan. Setiap ada warga Kampung atau tetangga yang mempunyai hajatan pasti saling membantu. Hal tersebut juga terjadi ketika terdapat warga Kampung yang ingin membangun atau memperbaiki rumah. Istilah ini sering disebut dengan “sambatan”. Sambatan berasal dari kata “sambat” yang berarti meminta bantuan tenaga untuk mengerjakan sesuatu. Istilah sambatan menurut KBBI adalah pertolongan atau bantuan.

Baca Juga  Kadus Dusun 8 Bersama Masyarakat Gotong Royong Mengecor Jalan Menuju Perkebunan Kopi

Dikampung Sribasuki sendiri kata sambatan diartikan sebagai tradisi turun temurun atau kegiatan gotong royong yang sering terjadi di pedesaan yang biasa dilakukan ketika ada warga sekitar yang membangun atau memperbaiki rumah. Sambatan ini dilakukan oleh bapak-bapak, sedangkan ibu-ibu membantu memasak makanan.

Jika terdapat salah satu warga yang ingin mendirikan atau memperbaiki rumah, pemilik rumah akan meminta bantuan kepada para tetangga dengan mendatangi langsung dari rumah ke rumah. Hal tersebut sebagai adab atau sopan santun sekaligus sebagai bentuk rasa menghormati tetangga yang dimintai bantuan. Proses pembongkaran dan pendirian rumah yang dilakukan secara gotong-royong oleh warga menunjukkan semangat kekeluargaan dan kebersamaan, pekerjaan berat sekalipun jika dilakukan bersama-sama maka akan terasa ringan. Satu hal yang menjadi ciri khas utama sambatan adalah mereka tidak dibayar sama sekali, yang dilakukan warga hanyalah untuk menjaga kerukunan dan kepedulian sosial kepada tetangganya. Hal ini sudah menjadi tradisi dan warisan secara turun temurun dikampung Sribasuki. RWK/JONI