Menanggapi Pemberitaan Limbah Karet Camat Baradatu Turun Tangan

  • Whatsapp

Baradatu (RWK)- Setelah beredarnya pemberitaan Radar Way Kanan terkait pencemaran lingkungan limbah karet yang diduga milik kepala Kampung sukosari Agus Sulistiyono tersebut.

Membuat beberapa tim dari Kecamatan yang dipimpin oleh Camat Baradatu melalui Sekcamnya Pawit turun lapangan (Turlap red) secara langsung untuk mengecek sekaligus memastikan kebenaran dari pencemaran lingkungan tersebut.

Akan tetapi diketahui Agus sulistiyono selaku kepala kampung setempat tidak hadir dalam kunjungan yang dilakukan oleh pihak kecamatan itu, seolah tidak menghiraukan pihak dari kecamatan dan pemberitaan yang sudah dimuat oleh Radar Way Kanan.

Hal ini sangat berbanding terbalik dengan pernyataannya, ketika dikonfirmasi oleh Radar Way Kanan melalui Via WhatsAppnya beberapa hari silam mengenai Pencemaran limbah karet tersebut, yang dia mengatakan dengan cepat akan menindaklanjuti permasalahan itu.

Baca Juga  Propam Polres Way Kanan Turut Amankan Vaksinasi Merdeka

“Oke siap nanti tak ditindaklanjuti,” Kata Agus Melalui Via WhatsAppnya, Minggu (18/10).

Akan tetapi setelah team dari kecamatan mendatangi Kampungnya guna melihat dan memastikan pencemaran itu untuk menindaklanjutinya, justru dirinya tidak ditemukan dalam Tempat Kejadian Perkara (TKP red) seolah tidak mengindahkan serta menyepelekan persoalan itu.

Camat Baradatu Desta Budi Rahayu N, S.STP melalui Sekcamnya Pawit saat dikonfirmasi terkait siapa saja yang hadir dalam kegiatan itu dirinya membenarkan bahwa kepala kampung memang tidak hadir.

“Yang hadir dalam turun lapangan kemarin itu pihak dari kecamatan dan dikawal oleh teman-teman Polisi Pamong Praja (Pol-PP red),” Kata Pawit

Baca Juga  Kampung Bima Sakti Gelar Sertijab Kepala Kampung

Lanjutnya, sebenarnya kami akan langsung cepat membuat surat perjanjian dengan pihak Kampung, guna memberikan tenggang waktu tertentu dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu sampai tuntas, yang maksud kami jika tidak cepat ditindak oleh Kampung dengan batas waktu yang ditentukan akan kami laporkan kepada yang berkompeten perihal itu.

“Kami tadi turun sebetulnya mau membuat perjanjian dengan kepala kampung, akan tetapi dia tidak ditemukan ditempat, menurut informasi yang kami terima bahwa kepala kampungnya lagi kondangan menggiring penganten sehingga tidak hadir,” Kata Pawit saat dikonfirmasi Melalui Via Teleponnya, Senin (19/10).
Rwk1 Oksi.

Related posts