2 Minggu Kasus Penimbunan Pupuk Mak Jelas

Blambangan Umpu. RWK- Beberapa elemen masyarakat Way Kanan mempertanyakan mangkraknya dugaan penimbunan pupuk di eks Asrama Putra Salah satu Pondok Pesantern di kampung Kartajaya Kecamatan Negara Batin Way Kanan, padahal penemuan pupuk tersebut sudah 2 minggu berlalu, namun belum juga ada yang ditetapkan sebagai tersangka walaupun bukti dan keterangan sudah ada.

” Kan sudah ada bukti permulaan yang cukup, maka sudah sepantasnya aparat penegak hukum menaikkan status penyidikan dalam perkara penimbunan pupuk bersubsidi tersebut dan menetapkan siapa tersangkanya, dan tidak berlarut larut,” ujar Hi.Yozi Rizal SH. Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung. Ketika dikonfirmasi mangkraknya dugaan penimbunan pupuk subsidi di Kartajaya tanggal 5 Nopember lalu, dan dikonfirmasi ulang hari ini kembali menyatakan keheranannya.

Baca Juga  Munawir Pimpin PJS Malut, Ini Pesan Ketum Mahmud Saat Lakukan Pengukuhan

”belum ada kelanjutan juga, aneh itu aneh,  ditengah keterpurukan institusi Polri, distrust akibat banyaknya oknum Polisi yang lalai atau sengaja telah mencoreng nama institusi Polri, saya berharap adinda AKBP Teddy Rachesna, Kapolres Way Kanan dapat mengambil sikap tegas sesuai kapasitasnya sehingga kita masyarakat Way Kanan masih bisa percaya bahwa hukum memang dapat dijadikan sebagai panglima, ” tegas Hi. Yozi Rizal SH, Ketua Komisi I DPRD Provinsi lampung, tersebut,

Pertanyaan serupa disampaikan oleh M. Osama, Wakil Ketua DPP EMPPATI RI, yang juga ikut mendesak agar Polres Way kanan segera menaikkan status  pemilik pupuk serta memeriksa pengasuh pondok, karena mustahil pemilik pondok tidak mengetahui aktivitas penimbunan pupuk tersebut.

Baca Juga  Satreskrim Grebek Judi Sabung Ayam di Negeri Agung

” saya bukan menuduh akan tetapi Mengapa hingga 2 minggu berselang , belum ada juga tersangka, padahal polisi sudah mengantongi namanya saat ini pengasuh pondok tidak ikut menuntut pemilik pupuk yang dikatakannya sebagai milik Sapardi tersebut karena penimbunan pupuk tersebut secara tidak langsung telah mencoreng nama baik pondok kebanggaan masyarakat Kampung Kartajaya itu,” ujar M Osama sama seperti yang disampaikan oleh rekannya Saptari beberapa waktu yang lalu.

Mirisnya hingga hari ini penyidik dari Tipiter Polres Way Kanan hingga hari ini menyatakan masih dalam proses Penyelidikan dan juga kami masih terus mintai keterangan dari pihak saksi-saksi terkait, padahal pada tanggal 5 Nopember yang lalu menyatakan telah melakukan pemanggilan klarifikasi kepada Sapardi yang diduga sebagai pemilik pupuk subsidi yang ditimbun di bekas asrama putra pondok pesantren di kampung Kertajaya Kecamatan Negara Batin Way Kanan tersebut

Baca Juga  Warga Dapil 3 Antusias Kunjungi KPK,Wah ! Mengapa Ya

Diterangkan Pasca mendapatkan informasi tentang penemuan puluhan ton pupuk subsidi diKampung Karta Jaya, tersebut, satuan reserse dan kriminal Polres Way Kanan bersama Polsek Negara Batin langsung melakukan pengamanan lokasi dengan memberikan police line serta mengambil 3 karung pupuk sebagai barang bukti dari 185 karung pupuk subsidi jenis Ponska tersebut yang masih kami temukan di lokasi dari 50 ton yang didga ada digudang tersebut,” ujar Kapolres Way kanan AKBP Teddy Rachesna melalui Kasat Reskrim Polres Way Kanan AKP Andre Try Putra dan Kanit Tipiter Ipda Rizki Aulia. RWK I