Puskesmas Banjit Sosialisasi Masalah Stunting ke Kader Posyandu Bali Sadar Tengah

Foto : Kader Posyandu Sedang Memeriksa Balita (habibi)

Banjit (RWK), – Kegiatan Kunjungan kerja PKM banjit kepada kader posyandu kampung Bali Sadar Tengah sekaligus sosialisasi masalah stunting dan pengobatan gratis secara door to dor untuk memastikan upaya pengendalian stunting berjalan baik Rabu 05/03/2021.

Kegiatan tersebut dihadiri UPT Puskesmas Wayan Budi, Dokter Puskes, Nyoman Sudirga Kepala Kampung, Bidan Desa, Babinkamtibmas,
TP PKK, dan seluruh Aparatur Kampung Bali Sadar Tengah dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan.

Untuk mempercepat penurunan stunting, Puskesmas dan Posyandu memantau Pertumbuhan Balita diantaranya melalui penimbangan dan pengukuran serta pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS),Pemberian Vitamin A, Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), pendidikan gizi Ibu Balita, Minum Tablet Tambah Darah bersama untuk mengatasi Anemia pada Remaja Putri serta penyuluhan pada Kelas Ibu Hamil dan pengobatan gratis kepada warga yang sudah lanjut usia.

Foto : UPT Puskesmas Banjit sedang Berfoto bersama Kader Posyandu (habibi)

Balita perlu dipantau pertumbuhannya setiap bulan di Posyandu. Selain itu, ibu Balita perlu ingat bahwa Balitanya harus mendapatkan Kapsul Vitamin A setiap bulan Februari dan Agustus.

Baca Juga  Tim Gugus Tugas Beserta USPIKA Way Tuba Pantau Pos Operasi Krakatau 2021

Kader Posyandu dan tenaga kesehatan di Puskesmas senantisa mengingatkan masyarakat yang memiliki bayi untuk memberi ASI eksklusif, yaitu bayi usia 0 sampai 6 bulan hanya mendapat ASI saja. Selanjutnya bayi dapat mengonsumsi Makanan Pendamping ASI mulai usia 6 bulan serta meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun atau lebih.

Baca Juga  Adipati : Deklarasi Damai Komitmen Bersama Dalam Rangkaian Pilkakam

Para kader di Posyandu juga memberi Penyuluhan PMBA yang diberikan di Posyandu. Hasil dari penyuluhan ini harus dipraktikkan di rumah supaya Balita mendapatkan asupan makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhannya, sehingga daya tahan tubuhnya menjadi lebih baik, dan anak jarang sakit, terhindar dari risiko stunting.

Tidak hanya kepada bayi dan Balita, para ibu hamil dianjurkan untuk rutin mengikuti kelas ibu hamil agar ibu dan calon anak sehat serta terhindar dari risiko stunting.

Demikian pula pada remaja. Mereka ditekankan untuk mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara teratur agar terhindar dari Anemia (kurang darah). Konsumsi TTD bermanfaat sekaligus untuk meningkatkan konsentrasi belajar dan sebagai persiapan menjadi calon ibu kelak yang sehat.RWK-w/HABIBI A.P

Next Post

Posyandu lansia kampung Sribasuki

Mon Apr 5 , 2021
Negeri […]