Profesionalisme Kepsek SDN 1 Bengkulu Dalam Hadapi Pandemi

Gunung Labuhan, RWK– Pembelajaran Daring menjadi momok tersendiri bagi sekte pendidikan, terkhusus pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD).

Karena kita ketahui bahwa Tingkat SD tentu sangat fundamental, sebab belum begitu memahami bagaimana pembelajaran dengan menerapkan sistem Dalam Jaringan (Daring), selain usianya terbilang cukup belia, juga akan banyak dampak negatif lainnya yang tidak bisa di filterisasi ketika anak-anak menggunakan smartphone dengan akses internet.

Berdasarkan latar belakang tersebut Selaku Kepala Sekolah SDN 1 Bengkulu Kecamatan Gunung Labuhan, Jasuli, S.Pd bersikap profesional bagaimana menanggapi serta menyikapi situasi serta kondisi yang terjadi saat ini (Pandemi Covid-19 red), oleh sebab itu meskipun terbilang cukup sulit, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan masifkan pembelajaran dengan berkoordinasi secara langsung dengan Orang Tua/Atau wali murid dari peserta didiknya.

“Kalau kita berbicara Daring tentu tidak terlepas dari akses internet, sedangkan tingkat sekolah dasar ini sangat berbeda dengan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) karena berangkat dari latar belakang yang berbeda (Usia) Jika sudah remaja sudah bisa memilah dampak negatif dan positif dari penggunaan internet, karena usia tentu memiliki tingkat emosional yang berbeda juga, jadi kami dari pihak SD di masa Pandemi seperti ini masifkan koordinasi dengan orang tua murid,” Jelas Jasuli saat dikonfirmasi Radar Way Kanan, Senin (01/03)

Baca Juga  MTsN 2 Pakuan Ratu Siap Belajar Tatap Muka Setelah Ditinjau

Lanjut Jasuli bahwa setiap wali kelas saya perintahkan membuat Grup WhatsApp yang tujuannya untuk menjalankan koordinasi dengan orang tua/wali murid supaya bisa membimbing terkait pelajaran apa yang diberikan oleh sekolah.

“Wali kelas baik dari kelas 1 hinga kelas 6 kami masifkan koordinasi dengan orang tuanya, bisa melalui Via WhatsApp atau Telepon, melalui merekalah kami memberikan pembelajaran, kalau untuk mereka langsung datang ke sekolah untuk mengambil materi atau pelajaran bagi yang tidak memiliki smartphone kami tidak izinkan kecuali melalui pengawasan orang tua,” Tegas Jasuli sembari ia menjelaskan bahwa anak-anak tingkat SD itu sulit di atur karena usianya masih terpaut kecil jadi ketika mereka ke sekolah tidak memahami apa yang namanya protokoler Kesehatan, di khawatirkan mereka saling kontak langsung, saling pinjem masker, bermain dan lain sebagainya itu yang yang menjadi standarisasi kami tidak mengadakan Luring, Tambah Jasuli.

Baca Juga  SMAN 1 GULA, Bukan Hanya SNMPTN, Jalur SPAN-PTKIN Juga Dipersiapkan

Disisi lain, tatkala banyak yang bertanya bagaimana menerapkan sistem pembelajaran untuk anak-anak didik yang masih duduk di bangku kelas 1 SD yang belum bisa membaca dan menulis, perihal ini kami dari sekolah memiliki cara tersendiri yang disampaikan langsung oleh wali kelas.

“Untuk anak-anak yang baru masuk, wali kelas yang datang langsung ke peserta didik melalui koordinasi dengan ketua orang tua, biasanya beberapa orang kami kondisikan untuk belajar kelompok yang dipimpin oleh wali kelas sekaligus memberikan materi,”Tutur Jasuli. RWK-W/Oksi.A.F

Next Post

Sosial Tinggi, H.Mulyadi dan Kakam Bonglai Tanggap Antar Warganya Yang Dapat Musibah

Tue Mar 2 , 2021
Banjit […]