Pintar Baca Peluang, Yanta Sukses Jadi Peternak Ayam Petelur

Blambangan Umpu-RWK, -Usaha perunggasan ayam petelur (layer) di Kabupaten Way Kanan memang sangat menggiurkan, tak heran banyak peternak rakyat menggeluti bisnis ini. Salah satunya, dirasakan oleh Yanta, peternak milenial Telur Ayam yang berada di Kecamatan Blambangan Umpu.Kabupaten Way Kanan.

Yanta menuturkan modal usaha peternakan yang dirintisnya ini menghabiskan ratusan juta. Rinciannya terdiri dari kandang per seribu ekor ayam Rp 50 juta, ayam Telur per seribu ekor Rp 80 juta dan memiliki 5000 ekor ayam petelur,. Hal ini belum termasuk lahan dan pakan yang setiap per seribu ekor ayam membutuhkan sekitar ratusan kilogram.
“Saya usaha ini mandiri bang tanpa ada hubungan dengan pihak lain. Untuk masalah pakan pun kami bisa produksi sendiri dan ada yang kami beli, kemudian untuk hasil budidaya yaitu telur juga kita bisa jual bebas tanpa melalui lembaga apapun,” ungkapnya.

Baca Juga  Katanya Dapat Adipura Kok Sampah Dimana-mana.


Yanta mengungkapkan di era pandemi seperti saat ini pihaknya harus melakukan penghematan agar untung yang didapat dari hasil ternak lebih banyak. Terlebih harga pakan yang tidak stabil. Pasalnya, pakan untuk 5000 ekor ayam yang dimilikinya dapat menghabiskan Rp 90 juta per bulan.


“Karena harga pakan pasti naik dan penjualan telur juga belum cukup untuk sampai di BEP (break even point) di usaha ayam ini. Jadi perlu efisiensi di pakan dan pengobatan,” terangnya.


Meski demikian, kabar baiknya pada tahun 2020 lalu ia mengungkapkan turut merasakan buah segar dari penjualan telur ayam ini. Hal itu ditopang oleh harga telur yang tinggi jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemaren , yang menyentuh Rp 40.000/Karpet. Berkat hal tersebut dia mencatat omzet double digit pada 2020 lalu.
“Sehari produksi untuk 5000 ekor ayam bisa dapat 100 Karpet, atau sekitar 4000 butir telur,” jelasnya.

Baca Juga  Kegiatan Gunting Pita Kampung Tangguh Gedung Menang


Lebih lanjut, Yanta mengungkapkan untuk penjualan telur ayam nya sendiri masih dalam wilayah lokal yakni untuk Way Kanan Saja dan ke beberapa pemasok yang menjadi langganannya. Selain itu, untuk penjualan ke luar kota sesekali.


“Untuk penjualan saya masih di lokal, karena kalau keluar pulau harus ada izin dari Kementerian Pertanian Peternakan. Jadi kalau jual ke luar harus ada sertifikat izin itu, untuk menjelaskan telur ini sudah bebas dari apa-apa gitu,” sebutnya.RWK-W/WN

Next Post

Kemenag Way Kanan Keluarkan Surat Edaran

Thu Mar 11 , 2021
Blambangan […]