Lagi! Harga Singkong Anjlok Petani Merugi

Negeri Agung (RWK),– Di Masa Pandemi Covid-19 yang melanda perekonomian masyarakat hal tersebut sangat berdampak pada sektor pertanian di kecamatan Negeri Agung, sabtu (06/03).

Ujang (45) Petani singkong di Kampung Bandar Dalam kembali terpukul, lantaran harganya anjlok beberapa Bulan terakhir. Pihak Lapak Pembeli Singkong hanya membeli komoditas petani tersebut kisaran Rp.600 hingga Rp. 700 per kg, padahal normalnya Rp.900 hingga Rp 1.200 per kg.

Jatuhnya harga singkong di tingkat petani terjadi di Kampung Bandar Dalam, Negeri Agung. Para petani mulai menjerit dengan harga Rp 600 per kg, sedangkan petani di Kampung Bandar Dalam mengeluhkan harga Rp 700/kg dan petani terima bersih seharga Rp 660/kg, setelah ada pemotongan.

Baca Juga  Pejabat Kepala Kampung Gunung Pakuwon Dampingi Penyusunan APBK Dan RKPK

“Pabrik beli singkong kami terlalu murah, kami tidak dapat untung lagi untuk menghidupi keluarga kami, lagi pula pabrik seenaknya menurunkan harga, sedangkan petani tidak bisa berbuat banyak” jelasnya ujang,petani Singkong di Bandar Dalam.

Dia mengatakan, harga singkong yang diterima bersih petani hanya Rp 700/kg. Sedangkan harga normal bisa mencapai Rp 900 atau Rp 1.000 per kg dengan potongan sekira 18%.

Sedangkan Agus, petani singkong mengatakan, jatuhnya harga singkong sudah terjadi beberapa bulan ini. Banyak petani singkong tahun ini merugi, tidak balik modal, karena pengumpul hanya membeli singkong petani yang panen seharga Rp 600/kg.

Baca Juga  Kegiatan Rutin Kader Posyandu Mekar Asri Dua

“Biasanya harga singkong normalnya Rp 1.000 sampai Rp 1.200 per kg, kalau seperti ini terus bisa hancur petani singkong,” jelas Agus, sabtu (06/03).

Menurut dia, harga Rp. 600/kg tidak bertahan lama dan bisa jatuh lagi seperti biasanya mencapai Rp 500/kg.

Ia berharap Pemerintah membantu petani singkong untuk menstabilkan harga di tingkat Petani. Karena, yang menentukan harga pihak pabrik secara sepihak.

Dia mengatakan, saat ini Petani sedang panen singkong dan produksinya meningkat, tapi harganya jatuh. Artinya, produksi singkong meningkat tapi petani tidak mendapatkan untung, malah merugi. (RWK-D/A.Said)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Dukung Program Way Kanan Unggul Dan Sejahtera, Kepala Kampung Rantau Temiang Bantu Pengrajin Kopi dan Gula Aren

Sat Mar 6 , 2021
Banjit […]