Jembatan Gantung Penghubung 2 Desa di Gunung Labuhan Kondisinya Memprihatinkan

Gunung Labuhan (RWK)-Kondisi jembatan gantung
penghubung Kampung Tiuh Balak II dengan kampung Sukosari, Kecamatan Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan, kian memprihatinkan.

Terlebih kondisinya mulai mengancam keselamatan warga.
Sebabnya, jembatan sepanjang 20 meter yang terbuat dari papan itu kondisinya mulai lapuk karena termakan usia.
”Kondisi jembatan ini sudah memprihatinkan, terutama bagian lantainya banyak yang sudah lapuk,” ungkap salah satu warga Tiuh Balak II, Marmah ditemui di lokasi, Senin(14/12).

Menurutnya jembatan yang membentang di atas sungai Banjar tersebut setiap harinya ramai dilalui masyarakat. Jembatan ini satu-satunya alternatif menuju dari Gunung Labuhan menuju Baradatu.
”Kami khawatir menelan korban,”terangnya. 

Baca Juga  Adipati: Mari Mewujudkan Kabupaten Way Kanan Yang Lebih Baik Lagi

Warga lainnya Fendi yang setiap hari melintas jembatan itu menambahkan khawatir dengan kondisi jembatan saat ini. Karena selain bangunan pondasi yang sudah miring, ditambah lagi lantai jembatan yang sudah tidak layak bisa menelan korban jiwa. 
“Masyarakat sudah berapa kali gotong royong memperbaiki lantai jembatan, namun bangunan itu tidak maksimal. Kita khawatir jika keadaan air pasang tanah di pinggir jembatan terus terkikis dan membuat jembatan tidak bisa dilintasi,”katanya seraya berharap pemerintah segera
memperbaiki jembatan tersebut.

Baca Juga  Adipati : Saol Pembelajaran Tatap Muka Akan Dievaluasi Kembali

Terpisah, Ahmad mengatakan sudah puluhan tahun jembatan tersebut tak pernah da perhatian dari pemerintah.
“Sudah hampir 50 tahun jembatan ini tak pernah di bangun oleh pemerintah jika pun rusak kami yang memperbaiki dengan cara sumbangan warga”pukasnya.RWK/KADARSYAH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pembekalan Dasar Jurnalistik Bagi Pelajar SMK YP 17 Baradatu Bersama Radar Way Kanan

Mon Dec 14 , 2020
Baradatu […]