Ingat! Hari Terakhir Lapor SPT Pajak, Kalau Nggak Denda & Bui

Baradatu (RWK)-Hari ini terakhir lapor SPT Pajak jika tidak maka Sanksi denda bahkan Bui menanti, demikian disampaikan Kepala Pajak KP2KP Baradatu Rafdin Yafid Rabu (31/3). Rafdin Yafid pun terus mengimbau para wajib pajak untuk menjalankan kewajiban perpajakannya. Sebab, hari ini adalah hari terakhir masa pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Orang Pribadi (OP).

Di masa pandemi ini, pelaporan disarankan untuk dilakukan secara online yakni e-filing. Wajib Pajak bisa melakukan dari mana saja dan kapan saja selama terhubung dengan internet.
“Jadi tidak perlu ke kantor pajak untuk lapor SPT. Bisa melalui e-filing,” ujar Rafdin kepada Radar Way kanan.

Jadi bagi Wajib Pajak yang belum melaksanakan kewajibannya bisa segera dilakukan. Sebab, ada sanksi yang diberikan DJP jika terlambat menyampaikan SPT.

Baca Juga  Jangankan Yang Jauh Yang Deket Saja Amblas

Rafdin Yafid mengatakan, sanksi yang diberikan DJP berupa denda uang tunai hingga penyitaan aset. Untuk denda uang akan dikenakan sebesar Rp 100 ribu bagi WP OP (Orang Pribadi) dan Rp 1 juta bagi WP Badan. Denda keterlambatan lapor ini akan ditagih menggunakan Surat Tagihan Pajak (STP).
Sementara untuk denda berupa penyitaan aset bisa berupa rumah, mobil, tanah maupun apartemen, dilakukan DJP sebagai tindakan akhir. DJP akan melakukan beberapa tahapan sebelum menyita aset para Wajib Pajak.

Pertama, menerbitkan Surat Teguran setelah lewat waktu 7 hari sejak saat jatuh tempo pembayaran utang pajak, dalam hal Wajib Pajak tidak melunasi utang pajak.

Kedua, menerbitkan dan memberitahukan Surat Paksa setelah lewat waktu 21 hari terhitung sejak tanggal Surat Teguran disampaikan dan utang pajak belum dilunasi.

Baca Juga  Jelang Idul Fitri, Forum Pegiat Literasi Way Kanan Salurkan Paket Sembako Kepada Dhuafa

“Jika utang pajak belum dilunasi setelah lewat waktu 2×24 jam sejak tanggal Surat Paksa diberitahukan, barulah akan diterbitkan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan. Kemudian Jurusita Pajak melaksanakan penyitaan terhadap barang milik Penanggung Pajak,” jelasnya.

Selanjutnya, DJP akan memberikan sanksi lebih berat lagi yakni hukuman pidana bagi Wajib Pajak jika sengaja tidak lapor pajaknya. Tak hanya itu, Wajib Pajak yang lapor SPT tapi tidak sesuai atau tidak benar juga bisa masuk bui.
Rafdin Yafid pun menekankan bahwa DJP akan tetap menunggu para Wajib Pajak menyelesaikankewajibannya meski lewat batas waktu pelaporan.(RWK/ANDRE SE,MM)

Next Post

Bengkulu Rejo Launching Kampung Tangguh Nusantara

Wed Mar 31 , 2021
Gunung […]