Harga Singkong Kembali Turun

Negeri Agung ( RWK) – Harapan petani singkong untuk mendapatkan nilai tukar hasil panen yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga pada panen sebelumnya kandas. Harga ubi kayu atau singkong di Kabupaten Way Kanan kembali turun petani menangis,harga Rp 810 perkilonya .

“Harga singkong 05 September 2020 mencapai Rp 615 per kilo. Saat panen awal November 2020 ini, harga malah naik jadi Rp810 per kilo,” ujar Kasir yang tidak mau di sebutkan Namanya , kamis,04/11.

Sebelumnya harga singkong pada Januari 2020 lalu dikisaran Rp1.200 per kilo, Februari turun menjadi Rp1.050 per kilo, Maret harga turun menjadi Rp950 per kilo dan angka itu bertahan sampai April. Pada Mei 2020 harga jual singkong mengalami kenaikan cukup tinggi di angka Rp1.400 per kilo, Juni 2020 kembali merosot Rp900 per kilo, sedangkan pada Juli harga masih Rp900 per kilo dan September harga anjlok menjadi Rp 696 per kilo,di awal November singkong naik memjadiRp 810 per kilo.

Baca Juga  PJ PKK Way kanan Melihat Keindahan Alam Kampung Tanjung Sari

“Biasanya, saat panen raya harga singkong di pabrik dipastikan anjlok dan bila panen raya berakhir atau stok singkong di pabrik belum memenuhi kuota untuk produksi harga beli dipastikan naik,” kata kasir.

Untuk besaran potongan yang mesti ditanggung petani di pabrik, untuk singkong varietas kasesa sebesar 20 persen dan varietas thailand sebesar 25 persen. Selain itu, ongkos cabut Rp110 per kilo dan angkut serta mobil Rp110 per kilo. Harga singkong di pabrik sama, yang membedakannya adalah besarnya potongan tergantung varietas yang dinilai dari tinggi rendahnya kadar aci,” ungkap Kasir.

Baca Juga  Cipta Kamtibmas Kondusif Jelang Pilkada, Polres Way Kanan Gelar Talk Show

“Pendapatan sekitar Rp11, 3 juta per hektare, mesti dikurangi dengan modal mulai dari pembelian pupuk, tanam serta pembersihan lahan sebesar Rp5 juta per hektare, maka didapat hasil bersih Rp4,3 juta per ha, dalam waktu masa tanam dan panen 7 bulan. Jadi rata-rata hasil keringat petani hanya dihargai Rp614 ribu per bulan,”imbuh Kasir.

Menurutnya selama masa pandemi Covid-19, penghasilan sebesar itu mesti disiasati untuk mencukupi kebutuhan keluarga. “Saya tidak bisa berharap lebih, karena harga beli selalu diatur oleh pasar,”tegas kasir.RWK/A. SAID.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tunggu Surat Edaran Gubernur Lampung

Thu Nov 5 , 2020
Blambangan […]