DPD PGK Waykanan Gelar Diskusi Pilkada Sukses dan Sehat

  • Whatsapp

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Way Kanan menyelenggarakan diskusi virtual melalui aplikasi zoom bertema “Pilkada Sukses dan Sehat” Minggu (6/12).

PGK Waykanan mengundang Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung Yozi Rizal, Akademisi Universitas Lampung Yusdiyanto, Ketua KPU Way Kanan Refki Dharmawan, Ketua Bawaslu Way Kanan Yesi Karnainsyah dan Ketua UKM-F Mahkamah FH Unila M. Rafi Mubarak sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Rio Pratama Jephie Kabid Diklat dan Kebangsaan PGK Waykanan.

Ketua DPW PGK Provinsi Lampung Jaka Pramana dalam sambutannya mengatakan bahwa PGK berkomitmen untuk mensukseskan penyelenggaraan Pilkada Serentak di Provinsi Lampung.
“PGK mendukung suksesnya Pilkada di 8 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, khususnya Waykanan, terimakasih DPD PGK Waykanan, semoga berjalan sukses dan sehat,” ujar Jaka sekaligus membuka acara.

Kemudian Ketua KPU Waykanan Refki Dharmawan mengatakan kesiapan KPU serta Bawaslu dalam Pilkada 9 Desember mendatang.

Refki menjelaskan dalam Pilkada kali ini dilaksanakan dalam situasi pandemi oleh sebab itu maka dari tahapan dan proses penyelenggaraan itu tentu sangat memperhatikan protokol kesehatan.
“Dari tahapan sampai pada pelaksanaan nantinya akan mengacu pada PKPU Nomor 6 Tahun 2020 merupakan acuan teknis penyelenggaraan dalam situasi pandemi,”tuturnya.

Masih kata, Refki, KPU Waykanan tak bosan-bosannya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam mencoblos di tempat pemungutan suara pada hari Rabu mendatang.

Baca Juga  Turnamen Tingkat Kampung Sari Jaya Diikuti 12 Tim Kecamatan

“Penyelenggara Pilkada hingga tingkat KPPS sudah di rapid test dan akan dibekali oleh alat pelindung diri, dalam satu tps juga dibatasi maksimal 500 pemilih dan diberikan penjadwalan waktu supaya tidak berkerumun,”tambahnya.

Terpisah Dr. Yusdiyanto Akademisi Fakultas Hukum Unila memaparkan materinya. Ada empat hal yang menjadi sorotan publik menurut Yusdiyanto dalam Pilkada kali ini. Pertama, resiko kesehatan, kedua pemanfaatan fasilitas pemerintah, ketiga politik uang, terakhir partisipasi masyarakat.
“Karena dalam kondisi covid-19 maka penyelenggara pilkada harus memastikan supaya pilkada ini tidak menambah klaster penyebaran covid-19,”ujarnya.

Lebih lanjut, Yusdiyanto dengan tegas menyampaikan kepada audiens bahwa penyelenggaraan pilkada ini jangan hanya menjadi ajang seremonial lima tahunan saja. Kepala daerah yang terpilih dalam pilkada kali ini harus segera menjawab tantangan kedepan.
“Kepala daerah harus menjawab tantangan ditengah pandemi, seperti penyediaan lapangan pekerjaan ketahanan pangan, peningkatan layanan dan fasilitas kesehatan, pertumbuhan ekonomi dan menjadi agregator pemerataan kesejahteraan,”serunya.

Hal senada dikatakan Ketua Umum (Ketum red) UKM-F Mahkamah, M. Rafi Mubarak, peran pemuda dan mahasiswa haruslah menjadi penentu bagaimana berjalannya proses demokrasi secara fair.

Baca Juga  Konvergensi Pencegahan Stunting Di Kampung Bonglai

Rafi juga menggarisbawahi bahwa butuh keterlibatan maupun kesadaran semua pihak untuk mendukung lancarnya penyelenggaraan pilkada dan mematahkan asumsi bahwa akan adanya klaster baru penyebaran covid-19.

“Penyelenggara harus lebih ekstra dalam mensosialisasikan penyelenggaraan Pilkada, dan masyakat pun harus turut mendukung upaya yang tidak kenal lelah dari stake holder terkait,” imbuhnya.

Pada akhir acara DPD PGK Waykanan merasa terhormat karena Ketum DPP PGK Bursah Zarnubi juga hadir dan memberikan closing statement kepada seluruh peserta webinar.

Bursah Zarnubi menyerukan bahwa kita harus sadar bersama-sama bahwa penyelenggaraan pilkada kali ini jangan sampai malah menambah klaster penyebaran covid-19. Maka dari itu beliau menyampaikan agar pemuda juga turut serta untuk mematuhi protokol kesehatan dan selalu mengedukasi masyarakat untuk memutus rantai penyebaran virus corona ini.

“Apa yang sudah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, bahwa salus suprema lex esto yang berarti bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi,” lanjut Bursah.

Keselamatan dan kesehatan masyarakat merupakan hukum tertinggi yang harus diprioritaskan, maka upaya sulit dan penuh tantangan pemerintah dan penyelenggara pilkada serentak kali ini harus kita apresiasi dan kita turut membantu mensukseskan Pilkada yang aman, damai dan sehat sentosa.RWK/KADARSYAH.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *