MELESTARIKAN BUDAYA NUGAL/NAJUK

  • Whatsapp

        
    

Gunung Labuhan (RWK)- Masyarakat Bengkulu jaya menanam padi di lahan daratan atau biasa di sebut dengan Nugal ternyata masih dipakai oleh masyarakat di beberapa kampung yang ada di kecamatan gunung labuhan. Bahkan, menanam padi dengan cara Nugal ini tidak memerlukan banyak air serta hanya mengandalkan turunnya air hujan dan biasanya nugal dilakukan saat memasuki musim hujan tiba para petani secara beramai-ramai tanam padi dengan cara Nugal.

Bakir (45) salah satu petani di kampung Bengkulu jaya, Kecamatan gunung labuhan Kabupaten waykanan mengatakan, bahwa kegiatan nugal ini merupakan budaya turun menurun sejak zaman dahulu. Dimana, untuk menanam padi di ladang dengan cara menancapkan batang kayu yang ujungnya telah diruncingkan ke permukaan tanah sebagai tempat benih padi ditanam.

Baca Juga  Roy Martin; Baru 1 Bacalon Kakam Karang Agung Yang Mendaftar

?”Menanam padi dengan cara nugal merupakan salah satu tradisi yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kita dulu hingga sekarang,”kata bakir sapaan akrabnya kepada jurnalis Radar waykanan, Senin (30/11).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa nugal ini juga dilakukan untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal agar tidak akan punah ditengah kemajuan zaman yang semakin modern.

“Biasanya yang melakukannya itu (menugal) kaum pria dengan menggunakan kayu yang telah ditancap,”terangnya.

Menurutnya, setelah kaum pria menugal maka ibu-ibu menaburkan benih padi dilubang tugal yang sudah dibuat oleh para kaum pria.

Baca Juga  Kampung Pakuan Sakti, Terima Kasih Pak Bupati

“Kaum wanitanya menaburkan benih, kalau daerah kita menyebutnya mene. Biasanya sesudah panen padi ini, akan dilanjutkan dengan menanam bibit batang karet, untuk dijadikan kebun karet,”paparnya.

Senada disampaikan, Bakir menjelaskan, bahwa menugal ini selain untuk bercocok tanam, kegiatan ini juga merupakan suatu bentuk sederhana untuk menjalin tali silaturahmi antar sesama masyarakat di dalam Desa untuk menciptakan budaya gotong-royong.

“Intinya dengan adanya kegiatan seperti ini tingkat persaudaraan kita antar sesama masyarakat bisa lebih kuat lagi. Sehingga, diharapkan kebersamaan seperti ini bisa terus berkelanjutan hingga nanti karena masyarakat Kabupaten Waykanan ini merupakan satu keluarga yang selalu menjunjung tinggi budaya lokal dan budaya gotong royong,”pungkasnya.RWK/HABIBI A.P

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *