Siswa Rindu Akan Belajar Tatap Muka

  • Whatsapp

Gunung Labuhan (RWK)-Sudah hampir satu tahun semua kegiatan dialihkan ke rumah, termasuk kegiatan belajar mengajar.
Kebijakan itu diambil pemerintah untuk menekan laju penyebaran wabah virus corona, yang disebabkan adanya interaksi langsung.

Awalnya para siswa merasa senang karena tidak usah bangun pagi berangkat ke sekolah untuk menimba ilmu.

Namun, siapa sangka kebijakan itu akan berlangsung lama, bahkan sudah hampir satu tahun ini pemerintah belum juga memutuskan mengaktifkan kembali belajar di sekolah.

Tidak sedikit di antara para siswa merindukan suasana sekolah di antaranya belajar tatap muka bersama guru di dalam kelas.

Tak hanya itu, para siswa juga rindu bertemu dan bergaul bersama teman sebaya di lingkungan sekolah.

Baca Juga  Negara Batin 80 % siap Tatap Muka

Rindu suasana sekolah setidaknya dirasakan Andreatama, siswi SD Negeri 1 Bengkulu Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan.

Ia mengaku ingin segera kembali belajar di sekolah, karena terlalu lama belajar di rumah rasa jenuh pun tiba dengan sendirinya.
Berkumpul dan bermain pada waktu istirahat juga menjadi momen yang sangat dirindukan.

“Saya kangen bangku sekolah, kangen belajar bersama teman, karena pengalaman yang didapat di sekolah itu sangat beda”tuturnya, Minggu(08/11).

Selama ini pembelajaran dilakukan dengan cara jarak jauh. Guru cenderung memberikan materi pembelajaran dan tugas melalui ponsel yang kemudian dikerjakan oleh para siswa.
Kondisi itu sangat menyulitkan Andre karena jika ada hal yang tidak mengerti sulit untuk ditanyakan.
“Kalau belajar di sekolah, bisa bertanya langsung ke guru atau teman jika kita belum mengerti. Namun kalau belajar di rumah, saat orangtua tidak tahu, saya harus tanya guru melalui pesan WhatsApp,”kata siswa yang duduk di bangku kelas IV itu.

Baca Juga  Wali Murid Harapkan Segera Belajar Tatap Muka

Sebagian siswa mengatasi kerinduan akan sekolah dan teman itu dengan bermain bersama teman yang ada di lingkungan rumah.

Mulai dari bersepeda atau aktivitas lain yang dapat mengusir rasa jenuh selama pembelajaran di rumah.
“Kalau tugas sudah selesai paling bersepeda sekitar kampung, nonton tv, main layang-layang atau bermain layaknya anak laki-laki” ujar Rahmat, Ryan, dan Alfin siswi lainnya.Kadarsyah

Related posts